Featured Post

Problematika Resign Dari Bank

Image
Banyak orang resign itu karena ingin taat.. karena ingin dicintai Allah.. karena tidak ingin jadi musuh Allah.. . Tapi banyak juga, yang masih ragu-ragu karena ketakutan dengan masa depan.. . Keluar dari lembaga riba itu berat.. Hijrah itu sulit.. Tidak semua orang bisa mengambil keputusan itu.. Tidak semua orang diberikan hidayah dan kesempatan untuk punya iman yang kuat untuk  resign.. Dan hanya orang orang pilihan Allah lah, yang diberikan keberanian untuk menentukan sikap, meninggalkan kemaksiatan.. . Maka bekali diri dengan niat yang kuat.. Demi dekat ke Allah, demi taat ke Allah, demi mendapatkan ridho Allah.. . Jangan karena gaya-gayaan atau mengikuti trend saja.. Tapi luruskan niat, bahwa hijrah itu untuk menghindari ancaman api neraka.. . "..Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah: 275) . Hidup hanya sementara, kawan.. Jangan kau gadaikan akhirat demi kehidupan dunia yang hanya seben...

Hati Yang Hampa

Sejatinya orang miskin dan sengsara adalah orang yang hatinya sepi dari ma'rifatullah (mengenal Allah), kosong dari mahabatullah (cinta Allah), hampa ketentraman dan kenyamanan dengan dekat kepada Allah serta gersang kerinduan kepada-Nya.
.
Seorang ulama salaf berkata mengajari kita hakikat kesengsaraan di dunia, "Orang-orang miskin (yang sesungguhnya)  dari penduduk dunia ini adalah orang-orang yang keluar meninggalkan dunia ini dalam keadaan tidak pernah merasakan perkara yang paling baik yang ada di dalam-Nya." Ia pun ditanya, "Apakah gerangan perkara yang paling baik di dalam dunia ini?." Ia menjawab, "Ma'rifatullah,  Mahabatullah, Nyaman dan tentram dengan dekat kepada Allah serta kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya."
.
Maka dari itu,  siapa saja yang keinginan, kelelahan, jerih payah, usaha dan lelakunya untuk satu hal yaitu Allah dan jalan yang ditempuhnya adalah satu yaitu jalan menuju ridho-Nya niscya ia akan mencapai puncak tujuan,  merengkuh segala kebahagian dan mencapai puncak kemuliaan.

Wallahu a'lam

Comments

Visitor

Online

Related Post