Featured Post

Problematika Resign Dari Bank

Image
Banyak orang resign itu karena ingin taat.. karena ingin dicintai Allah.. karena tidak ingin jadi musuh Allah.. . Tapi banyak juga, yang masih ragu-ragu karena ketakutan dengan masa depan.. . Keluar dari lembaga riba itu berat.. Hijrah itu sulit.. Tidak semua orang bisa mengambil keputusan itu.. Tidak semua orang diberikan hidayah dan kesempatan untuk punya iman yang kuat untuk  resign.. Dan hanya orang orang pilihan Allah lah, yang diberikan keberanian untuk menentukan sikap, meninggalkan kemaksiatan.. . Maka bekali diri dengan niat yang kuat.. Demi dekat ke Allah, demi taat ke Allah, demi mendapatkan ridho Allah.. . Jangan karena gaya-gayaan atau mengikuti trend saja.. Tapi luruskan niat, bahwa hijrah itu untuk menghindari ancaman api neraka.. . "..Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah: 275) . Hidup hanya sementara, kawan.. Jangan kau gadaikan akhirat demi kehidupan dunia yang hanya seben...

Aku Tidak Sebaik Yang Engkau Ucapkan


Aku Tidak Sebaik Yang Engkau Ucapkan

- Mia Hijab Jepara

"Aku tidak sebaik yang engkau ucapkan.Tetapi aku juga tidak seburuk apa yang terlintas di hatimu”

- Ali Bin Abi Thalib

-

Yang ku punya hanyalah sederet jari yang berjajar dalam kesatuan dua buah tangan.

Yang ku punya hanya satu lidah yang dipagari oleh barisan rapi batangan gigi dan dilengkapi oleh dua buah bibir.

Kedua tanganku tak mampu membekap banyak mulut yang membicarakanku, entah itu baik atau buruk.

Dan mulutku tak akan sanggup menjawab banyak pertanyaan menerka yang dilontarkan ribuan mulut oranglain.
Barangkali lidahku berubah kelu dan pita suaraku akan rusak sebelum aku selesai menjawab semua pertanyaan yang ditujukan padaku.
Toh aku hanya bisa pasrah, menggunakan tangan yang ku punya untuk menutup kedua telingaku, mengesampingkan hujatan dan ketakterbakan mereka padaku.
Mulutku hanya sanggup berbisik pada hati untuk terus menjadikan dirinya lebih besar dari apa yang mereka bayangkan.

Untuk memaafkan prasangka akibat ketidaktahuan orang lain.
Kali ini aku akan berhenti meronta, atas ikatan aksara yang menyiksa dan mencoba untuk nikmati tiap denyut luka yang menganga.
Keyakinan yang tetap membuat aku tetap berdiri yaitu penilaian TUHAN atas dirikulah yang paling MUTLAK.
-

Comments

Visitor

Online

Related Post